Riau Bakal Jadi Pusat Pengembangan Sapi

Pekanbaru, Pelanginews

Provinsi Riau dinilai sangat berpotensi menjadi pusat pengembangan ternak sapi terbesar di Sumatera karena didukung oleh lahan sawit yang luas sebagai sumber bahan pakan.

"Riau miliki luasan kebun sawit yang mencukupi menjadi bahan pakan sapi," kata Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Pekanbaru, Senin (1/6/2015).

Andi mengatakan potensi yang dimiliki Riau untuk menjadi pusat pengembangan sapi akan terwujud di masa datang jika Kementerian Pertanian dan Peternakan merealisasikannya dalam bentuk pemberian bantuan bibit sapi bagi wilayah tersebut.

Ia sangat yakin bahwa hal ini sudah menjadi rancangan di Kementan. Terbukti dengan dimulainya pemberian bantuan bibit sapi pada tahun pertama 2015 buat Riau.

Menurut Andi, sejak dulu para petani di Riau sudah menerapkan program integrasi sapi dan sawit walaupun jumlah dan letaknya masih belum merata sebab hanya bersumber dari dana bantuan kepedulian sosial perusahaan atau CSR.

Andi menjelaskan jika memang nantinya Riau dipercaya untuk mengelola program tersebut, provinsi yang memiliki luasan perkebunan sawit terbesar di Sumatera ini siap untuk menjalankannya. "Berapun kami siap, bahkan jika diberikan 100 ribu ekor sapi pun siap," papar mantan Ketua Kadin Riau tersebut.

Karena itu ia sangat berharap Kementerian Pertanian dan Peternakan akan mewujudkan potensi yang dimiliki Riau tersebut. Apalagi ia menilai saat ini kebutuhan daging sapi segar pada setiap moment perayaan keagamaan di wilayah tersebut, khususnya hari raya haji hampir 70 persen dipasok dari luar Riau.

Berbicara sistem bantuan nantinya yang akan diterapkan apakah bergulir atau hibah, Andi mengaku tidak akan mempermasalahkan apapun kebijakan Kementan.  "Mau itu hibah atau bergulir, Provinsi Riau siap menjalankan program," ujarnya.

Demikian juga dengan Sumber Daya Manusia yang akan mengelola sapi-sapi bantuan ini, ia menambahkan, sejauh ini sudah siap karena selama ini petani di Riau sudah ada yang menerapkan sistem integrasi sapi dan sawit di kebun masing-masing. "Kami tidak akan tentukan kabupaten mana yang jadi prioritas penerima, semua berhak dimana ada potensi akan diusulkan, karena semua daerah miliki sawit," tegasnya. (ant/lm)