Presiden Jokowi Saksikan Penandatanganan Kontrak Kementerian PUPR

Presiden Jokowi memberikan arahan saat penandatanganan kontrak kegiatan di ruang Pendopo Kementerian PUPR, Jakarta (6/1)


Jakarta, Pelanginews

Presiden Joko Widodo (Jokowi) Rabu pagi (6/1) menghadiri peluncuran penandatanganan kontrak kegiatan tahun anggaran 2016 Kementerian PUPR, di Ruang Pendopo Kementerian PUPR, Jakarta. Mengawali sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa setelah penandatanganan kontrak hari ini di Jakarta, Medan, Surabaya, Banjarmasin, Manado, dan di Jayapura, semua besok sudah bekerja.

“Artinya kalau hari ini sudah ditandatangani besok sudah harus bekerja’, tandas Presiden Jokowi.

Pola seperti ini, menurut Presiden Jokowi, akan didorong dan ditekankan kepada seluruh kementerian. “Kontrak-kontrak harus dimulai di awal bulan Januari dan pekerjaan juga harus dimulai di awal Januari”, tambah Presiden.

Pekerjaan proyek yang dilakukan di awal tahun, menurut Presiden, juga akan mendorong, memberikan stimulasi pada pertumbuhan ekonomi apalagi dengan kondisi saat ini setelah bergulirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Pesan Presiden

Dengan masuknya era persaingan di MEA tersebut, Presiden berharap dengan bergulirnya proyek infrastruktur oleh Kementerian PUPR, pertama, membuka lapangan pekerjaan yang sangat besar sekali.

“Saya titip yang pertama, usahakan proyek-proyek ini banyak menyerap tenaga kerja. Artinya padat karya, tanpa melupakan bahwa kita, saya tahu, harus menggunakan teknologi, harus menggunakan alat berat”, tegas Presiden.

Hal kedua yang disampaikan adalah paket-paket kontrak yang telah ditandatangani tadi untuk menggunakan kontraktor lokal. “Kalau tidak bisa 100%, ya 90%. Tadi saya sudah lihat yang di bawah Rp50 miliar memang jauh lebih banyak daripada yang di atas Rp50 miliar, artinya saya kira itu kontraktor lokal bisa masuk dan mendapatkan kontrak-kontrak proyek ini’, tambah Presiden.

Pesan Presiden yang ketiga adalah agar para kontraktor menggunakan lokal content. “Jangan dikit-dikit impor, dikit-dikit impor, enggak. Setop itu. Gunakan barang-barang lokal”, tegas Presiden.  (setkab/lm)