Arsenal vs Manchester City, Kemenangan Harga Mati

Pep Guardiola (kiri) dan Arsene Wenger (Bola.com/AFP)


Jakarta, Pelanginews

Arsenal akan menghadapi Manchester City di final Piala Liga Inggris pada Minggu 25 Februari 2018. Kedua tim papan atas Liga Inggris bertekad meeraih gelar juara, kemenangan adalah harga mati. 

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, merasa Pep Guardiola, pelatih Manchester City bukanlah pelatih spesial. Bagi Wenger, Guardiola tak membuat standar tinggi sebagai pelatih hebat di benua Eropa.

Seperti diketahui, Guardiola meraih banyak gelar dalam satu dekade terakhir sebagai pelatih. Ia sukses bersama Barcelona dan Bayern Munchen.

Kini, bersama City, Guardiola juga sedang menuju gelar juara Liga Inggris. The Citizens berada di puncak klasemen dan unggul 16 poin atas Manchester United di posisi kedua.

Meski demikian, menurut Wenger, apa yang dilakukan Guardiola bukanlah prestasi luar biasa. City, kata Wenger, bisa berada di puncak klasemen karena mampu merekrut pemain-pemain mahal.
 
Saya pikir Guardiola tidak membuat standar tinggi, karena Anda melihat Barcelona dan mereka masih merupakan tim terbaik di Eropa. Anda harus menerima fakta bahwa permainan modern telah berubah dengan perekrutan pemain terbaik di sejumlah klub," kata Wenger seperti dilansir Soccerway.

"Kami, sebagai manajer, mungkin bisa memberikan filosofi kami, tapi pertandingan ini milik pemain karena kemampuan pemain telah menjadi lebih penting dari sebelumnya," Wenger menambahkan.

Sementara mantan pemain ManCity, Dennis Tueart, menilai sudah saatnya fokus untuk memenangkan pertandingan. Karena Piala Liga Inggris merupakan ajang yang bergengsi.


"Piala Liga adalah gelar juara bergengsi dalam kalender sepakbola Inggris. Itu akan jadi yang pertama bagi ManCity di musim ini," ujar Dennis.

Dennis juga berharap Guardiola bisa membentuk tim yang kuat di laga melawan Arsenal nanti. Apalagi ini akan jadi gelar perdananya bersama The Citizens, dan diharap bisa diikuti dengan prestasi lainnya.

"Inilah kesempatan pertama Pep untuk memenangkan gelar juara pertamanya sejak menjadi manajer ManCity," tutur pria berusia 68 tahun itu.

Tak Gentar

Sementara bintang The Gunners, Aaron Ramsey memberikan peringatan untuk The Citizens. Dia mengaku tidak gentar menghadapi Manchester City yang di musim ini tampil impresif. 

"Kami akan menghadapi partai final di akhir pekan ini, kami akan fokus untuk itu. Kembali ke Wembley dan Anda selalu ingin menunjukkan sesuatu, ini menjadi sebuah kesempatan besar untuk kami," kata Ramsey.

"Kami tahu lawan kami adalah tim yang kuat namun mereka punya kelemahan. Kami akan tampil maksimal dan bisa mengalahkan mereka," lanjut dia. 

Gelandang Arsenal, Jack Wilshere, juga bertekad memberikan gelar Piala Liga Inggris.Namun, dia masih menyimpan kenangan buruk pada 2011 lalu.

Ketika itu, The Gunners yang menjadi favorit justru tumbang di tangan Birmingham City. Gol Obafemi Martins di menit ke-89 memupuskan harapan skuat besutan Arsene Wenger untuk menyabet gelar Piala Liga.

Wilshere, yang bermain di laga final itu, berharap saat melawan ManCity, Arsenal bisa memboyong Piala Liga Inggris ke Emirates. Sebab, ajang tersebut merupakan kompetisi domestik yang belum pernah dimenangkan Wenger.

"Pada tahun 2011, kami diharapkan untuk menang dan saya yakin kami menang. Serta pulang membawa medali juara," kata Wilshere kepada Sky Sports.

Melihat catatan pertemuan kedua tim, dari 212 pertandingan, ManCity mampu menang 116 kali. Sedangkan Arsenal cuma bisa menang 58 kali, dan 38 pertandingan lain berakhir imbang. (bola.com/amb)