68 Penerbangan Di Bandara Pekanbaru Terancam Batal

Pekanbaru, Pelanginews

Sebanyak 68 penerbangan di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru terancam lumpuh akibat kabut asap pekat yang menyelimuti bandara tersebut, Senin.

"Hari ini ada sekitar 68 penerbangan, namun sejak sore kemarin sampai sekarang belum ada pesawat yang berhasil mendarat akibat buruknya jarak pandang," kata Airport Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru Ibnu Hasan, Senin.

Ia mengatakan saat ini jarak pandang di Bandara SSK II hanya berkisar 150 meter dan kemungkinan jarak pandang membaik menurutnya sangat kecil.

Sementara itu, hingga siang ini sudah ada 11 penerbangan yang memastikan pembatalan penerbangan dan puluhan lainnya mengalami ketertundaan tanpa kepastian.

Aktivitas penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru sejatinya telah mengalami serangkaian perubahan jadwal dimana mayoritas maskapai yang berjadwal pagi telah mengganti jadwal dari pagi ke siang sejak 2 September lalu.

"Kebijakan itu diambil mengingat jarak pandang pada pagi hari umumnya memburuk dan keadaan semakin membaik disiang hari," kata General Manager SSK II Pekanbaru Dani Indra Irawan beberapa waktu lalu.

Sementara itu, akibat puluhan penerbangan terganggu, sejumlah calon penumpang tampak berkerumun di kantor maskapai penerbangan. Sebagian besar dari mereka menanyakan kepastian jadwal keberangkatan serta mengganti penerbangan. Namun beberapa dari calon penumpang lebih memilih untuk melakukan "refund" akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru merilis sejumlah daerah di Riau masih diselimuti kabut asap pekat. Di Pekanbaru dan Rengat Indragiri Hulu pada pukul 07.00 WIB tadi kabut asap sangat pekat berkisar 80 meter.

"Sementara itu di Pelalawan dan Dumai jarak pandang jauh lebih buruk mencapai 50 meter," kata Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.

Sebelumnya Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyatakan status darurat pencemaran udara di provinsi berjuluk Bumi Lancang Kuning tersebut setelah beberapa pekan terakhir kondisi udara terus memburuk dalam status bahaya. (ant/lm)