Wisatawan Mancanegara Ke Sumut Menurun

Danau Toba


Medan, Pelanginews

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Sumatera Utara pada triwulan I tahun 2016 masih tetap menurun atau sebesar 20,74 persen dibandingkan periode sama 2015.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Wien Kusdiatmono di Medan, Kamis, mengatakan, pada triwulan I 2016 kunjungan wisman tinggal 48.857 orang dari periode sama 2015 yang mencapai 61.643 orang.

"Pada triwulan I 2016, kedatangan wisman dari tiga pintu masuk yakni Bandara Kualanamu, Pelabuhan Belawan, dan Tanjung Balai Asahan menurun," katanya.

Dari Pelabuhan Belawan, kedatangan wisman tinggal 40.661 orang. Bandara Kualanamu 5.307 orang, dan Pelabuhan Laut Tanjung Balai Asahan 2.843 orang.

Menurut dia, meski ada kunjungan wisatawan dari beberapa negara mengalami kenaikan seperti Republik Rakyat Tiongkok (RRT), India, Taiwan, Australia, dan Thailand .

Namun kenaikan itu belum bisa mendorong kunjungan wisman Sumut secara total.

Alasan dia, pada triwulan I 2016 kunjungan tamu dari Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat yang tiap tahun menjadi penyumbang besar kunjungan wisman Sumut mengalami penurunan besar.

 Wisatawan Malaysia misalnya pada triiwulan I 2016 turun 21,79 persen dari periode sama 2015 atau menjadi 26.392 orang.

Singapura kunjungannya juga turun sebesar 10,64 persen atau tinggal 3.007 orang.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalalan Wisata Indonesia (Asita) Sumut Solahuddin Nasution mengatakan, kunjungan wisman yang menurun sudah diprediksi sejak awal.

Perekonomian global yang masih belum stabil, kata dia, merupakan salah satu penyebab masih belum tumbuhnya wisman ke Sumut.

Apalagi perekonomian yang terganggu juga tercatat merupakan penyumbang terbesar wisman Sumut seperti Amerika Serikat, Eropa, dan RRT.

"Masih kurang menariknya objek wisata di Sumut akibat infrastruktur terbatas juga menjadi salah satu belum pulihnya kunjungan wisman," katanya.

Oleh karena itu, kata Solahuddin, dijadikannya Danau Toba sebagai tujuan wisata utama Indonesia oleh pemerintah dengan antara lain meningkatkan infrastruktur menjadi harapan pelaku industri pariwisata untuk mendapatkan wisman.

"Harapan terhadap pembangunan kawasan dan promosi Danau Toba untuk bisa menggaet wisman lebih banyak lagi sangat besar," katanya (ant/lm)