Jakarta, Pelanginews
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyerang Pulau Kharg, salah satu terminal minyak utama Iran, demikian diumumkan Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat.
“Beberapa saat yang lalu, atas arahan saya, Komando Pusat Amerika Serikat melancarkan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, dan benar-benar menghancurkan setiap target MILITER di permata mahkota Iran, Pulau Kharg,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social dilansir dari The Jerusalem Post.
Menurut pengumuman Trump, serangan tersebut difokuskan pada target militer di pulau itu dan menghindari instalasi minyak, yang menyediakan jalur keluar laut untuk hampir 90% ekspor minyak Iran.
“Senjata kita adalah yang paling ampuh dan canggih yang pernah dikenal dunia, tetapi, karena alasan kesopanan, saya memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu,” kata Trump.
Dalam unggahan selanjutnya, Trump juga mengatakan: ” Iran memiliki rencana untuk mengambil alih seluruh Timur Tengah, dan sepenuhnya menghancurkan Israel. Sama seperti Iran sendiri, rencana-rencana itu sekarang telah mati.”
Trump mengatakan tujuan Israel dan AS mungkin tidak sepenuhnya selaras.
Komentar Trump muncul beberapa menit setelah ia berbicara kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews saat meninggalkan Air Force 1. Di sana, ia mengatakan bahwa tujuan AS dan Israel untuk perang di Iran mungkin “sedikit berbeda.”
Dia juga mengatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz “segera” dan bahwa Angkatan Laut Iran “telah pergi.”
“Situasi di Iran berjalan sangat baik. Banyak serangan besar hari ini… Kami mengendalikan situasi dengan sangat baik,” katanya dan menambahkan, “Angkatan laut mereka telah hancur. Angkatan udara mereka telah hancur. Sebagian besar militer mereka telah hancur… Hampir semuanya telah hancur, dan Anda akan melihatnya.”
Pesawat Pembom B-2
Rilis terbaru dari CENTCOM berfokus pada operasi yang dilakukan oleh pesawat pembom siluman B-2 , pesawat pembom paling modern milik AS, tetapi tidak menyebutkan penargetan Pulau Kharg.
Pesawat pembom siluman B-2 lepas landas untuk melakukan misi selama Operasi Epic Fury, memberikan tembakan jarak jauh untuk tidak hanya menghilangkan ancaman dari rezim Iran saat ini, tetapi juga menghilangkan kemampuan mereka untuk membangun kembali di masa depan,” kata pernyataan CENTCOM. (The Jerusalem Post/lm)







