Jakarta, Pelanginews
Amerika Serikat telah mengajukan rencana 15 poin kepada Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah, menurut laporan New York Times yang mengutip dua pejabat yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut pada hari Selasa.
Rencana tersebut, yang disampaikan ke Iran melalui Pakistan , dilaporkan membahas program rudal balistik dan nuklir Iran, serta isu-isu terkait Selat Hormuz.
Pakistan berupaya menengahi pembicaraan untuk mengakhiri perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.
Menurut N12 News, mengutip tiga sumber yang mengetahui detail rencana potensial tersebut, AS sedang mempertimbangkan untuk mengumumkan gencatan senjata selama sebulan di mana negosiasi mengenai perjanjian tersebut akan berlangsung.
Rencana 15 poin tersebut dilaporkan berisi ketentuan-ketentuan termasuk pembongkaran semua kemampuan nuklir Iran yang ada , komitmen bahwa Iran akan menghentikan upaya untuk memperoleh senjata nuklir, dan persyaratan agar uranium yang telah diperkaya dipindahkan keluar dari Iran
Menurut N12, rencana yang diusulkan juga akan mengharuskan rezim Iran untuk berhenti membiayai dan mempersenjatai semua kelompok proksi di kawasan tersebut.
Menurut sumber N12, Selat Hormuz akan dinyatakan sebagai zona maritim bebas dan tetap terbuka berdasarkan kesepakatan potensial tersebut.
Trump mengatakan negosiasi AS-Iran masih berlangsung.
Sebelumnya pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval bahwa negosiasi antara AS dan Iran sedang berlangsung dan bahwa Iran “sangat” ingin mencapai kesepakatan.
“Sebenarnya kami sedang berbicara dengan orang yang tepat, dan mereka sangat ingin mencapai kesepakatan, Anda tidak tahu betapa besarnya keinginan mereka untuk mencapai kesepakatan,” kata Trump dikutip dari The Jerusalem Post
Trump menyatakan bahwa Iran telah setuju untuk menghentikan upaya pengembangan senjata nuklir dan bahwa AS berada dalam “posisi tawar yang baik” untuk negosiasi.
“Tidak akan ada senjata nuklir. Iran telah menyetujuinya. Kita berada dalam posisi tawar yang baik. Kita jauh lebih cepat dari jadwal, dan mereka tidak memiliki angkatan laut, angkatan udara, atau perlindungan rudal. Sebagian besar peluncuran mereka telah kita gagalkan.” (ded)







