Bom Tandan Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv, 9 Orang Terluka

Jakarta, Pelanginews

Sebuah bom tandan Iran menghantam wilayah tengah Israel pada hari Selasa, menyebabkan sembilan orang terluka akibat beberapa benturan di Bnei Brak, menurut petugas penyelamat pertama.

Bacaan Lainnya

Serangan itu terjadi ketika Pasukan Pertahanan Israel mengatakan telah menyerang fasilitas produksi bahan peledak utama Iran di wilayah Isfahan, dan Iran menuduh AS dan Israel membom situs nuklir Bushehr miliknya.

Menurut layanan ambulans Magen David Adom, korban luka di Bnei Brak termasuk seorang pria berusia 23 tahun dengan kondisi sedang dan delapan orang lainnya, di antaranya enam anak dan seorang wanita berusia delapan puluhan, yang mengalami luka ringan akibat ledakan atau pecahan peluru.

“Kami masuk ke tempat perlindungan dan terdengar ledakan yang belum pernah saya dengar seumur hidup saya,” kata seorang warga yang tinggal di dekat salah satu lokasi longsor kepada Ynet. “Kami melihat ke luar jendela… jalanan penuh dengan pecahan puing dan asap. Itu benar-benar menakutkan. Telinga saya berdengung.”

Bom-bom kecil lainnya menghantam Petah Tikva, Givat Shmuel, dan Rosh Haayin, menyebabkan kerusakan tetapi tidak ada korban luka fisik, kata layanan penyelamatan.

Serangan itu adalah serangan ke-12 dari 13 salvo rudal Iran yang ditembakkan ke Israel pada hari Selasa. Setidaknya sembilan orang, termasuk dua bayi , terluka di seluruh negeri dalam serangan sebelumnya sepanjang hari.

Kemudian, rudal-rudal Iran yang ditembakkan semalaman hingga Rabu juga memicu sirene di kota Eilat di selatan dan di wilayah Yerusalem serta Israel tengah, tanpa laporan adanya korban luka langsung. MDA mengatakan petugas medis merawat beberapa orang yang terluka saat berlari ke tempat perlindungan atau yang menderita kecemasan akut.

Serangan rudal Iran terhadap Bahrain juga menewaskan seorang kontraktor sipil Maroko yang sedang menjalankan “misi rutin” untuk militer Uni Emirat Arab, kata kementerian pertahanan Uni Emirat Arab pada hari Selasa, menambahkan bahwa lima personel kementerian lainnya juga terluka.

Militer Bahrain mengumumkan bahwa seorang personel tentara UEA tewas di wilayahnya saat membantu pasukan Bahrain mempertahankan diri dari serangan Iran. Mereka mengatakan personel tentara UEA dan Bahrain juga terluka tanpa menyebutkan jumlahnya.

Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait juga mengatakan semalam bahwa sebuah drone telah menargetkan tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait, menyebabkan kebakaran tetapi tidak ada korban jiwa.

Iran telah melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak di seluruh wilayah tersebut sebagai tanggapan terhadap kampanye pengeboman yang sedang berlangsung yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Republik Islam pada 28 Februari dalam upaya untuk menggoyahkan rezimnya dan menghancurkan program nuklir dan rudal balistiknya.

Pada hari Selasa, jet-jet Angkatan Udara Israel menjatuhkan lebih dari 120 bom ke puluhan target Iran termasuk lokasi peluncuran rudal balistik, fasilitas produksi senjata, dan sistem pertahanan udara, kata IDF.

Di antara target tersebut adalah fasilitas produksi bahan peledak “utama” Iran, yang dihantam di tengah gelombang serangan di Isfahan terhadap “industri produksi” Iran, menurut militer.

Fasilitas itu digunakan untuk memproduksi bahan peledak untuk berbagai senjata, dan telah menjadi target IDF selama perang Israel-Iran selama 12 hari pada bulan Juni, kata militer, menambahkan bahwa Iran sejak itu telah berupaya untuk memulihkan situs tersebut.

Pada Rabu pagi, IDF mengumumkan gelombang serangan baru di Teheran yang menargetkan situs infrastruktur rezim 

Sementara itu, organisasi energi atom Iran pada hari Selasa menuduh AS dan Israel menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr miliknya, dengan mengatakan bahwa sebuah proyektil telah mendarat di dalam kompleksnya tetapi tidak menyebabkan kerusakan.

“Musuh Zionis-Amerika telah menyerang lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr lagi,” kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa “sebuah proyektil mengenai bagian dalam area pembangkit listrik Bushehr.”

“Laporan awal menunjukkan bahwa insiden ini tidak menyebabkan kerugian finansial atau teknis, atau korban jiwa, dan berbagai area pembangkit listrik tidak mengalami kerusakan,” demikian pernyataan tersebut.

Badan pengawas nuklir PBB juga mengatakan bahwa Iran telah memberitahunya bahwa sebuah “proyektil menghantam area” pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr pada hari Selasa, tanpa menyebabkan kerusakan pada pembangkit itu sendiri.

“Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi kembali menyerukan pengekangan maksimal untuk menghindari risiko keselamatan nuklir selama konflik,” kata Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam sebuah unggahan di X dikutip dari The Time of Israel (ded)

Jasa Maklon Sabun

Pos terkait