Jakarta, Pelanginews
Kapal induk Amerika Serikat Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik,” kata Garda dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media lokal, dilansir Euro News.
“IRGC memperingatkan bahwa “darat dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris.”
USS Abraham Lincoln adalah salah satu kapal induk bertenaga nuklir Amerika, yang oleh Angkatan Laut disebut sebagai “kapal perang terbesar di dunia.”
Kapal ini merupakan bagian dari sepuluh kapal induk bertenaga nuklir di Amerika Serikat yang dikenal sebagai kelas Nimitz. Kapal induk kelas Nimitz memiliki panjang 333 meter, dapat mengangkut sekitar 100.000 ton peralatan, termasuk 65 pesawat dan beberapa dudukan rudal, menurut Angkatan Laut AS.
USS Abraham Lincoln dikirim ke Teluk pada akhir Januari sebagai bagian dari apa yang disebut Presiden Donald Trump sebagai “armada” yang dipindahkan ke wilayah tersebut “untuk berjaga-jaga” karena ketegangan meningkat atas tindakan keras Iran terhadap para pengunjuk rasa yang marah tentang ekonomi negara tersebut.
5 terluka di Yesrusslem
Sedikitnya lima orang terluka akibat serangan rudal balistik Iran di wilayah Yerusalem, kata Magen David Adom (MDA) pada Minggu malam.
Polisi Israel sedang menyisir area tersebut untuk mencari pecahan rudal dan mendesak masyarakat untuk menjauhi lokasi serangan.
Dalam pernyataan publik, MDA melaporkan, “Kami mengamati sebuah insiden jatuh di dekat sebuah kendaraan yang mengalami kerusakan parah. Kami memberikan perawatan medis awal kepada seorang pria berusia 45 tahun dalam kondisi sedang, bersama dengan beberapa orang lainnya yang terluka tetapi dalam kondisi ringan. Para korban luka dievakuasi ke rumah sakit di kota tersebut menggunakan ambulans MDA.”
Awalnya, MDA melaporkan tujuh orang terluka dalam serangan itu, sebelum merevisi jumlahnya menjadi lima, termasuk mereka yang menderita gejala gangguan stres pasca-trauma (PTSD), sementara Kepolisian Israel menyatakan enam korban dengan berbagai tingkat cedera telah dievakuasi dari lokasi kejadian. (lm)







