Iran Tolak Gencatan Senjata

Mojtaba Khamenei

Jakarta, Pelanginews

Iran tidak akan menyetujui gencatan senjata sampai pihak yang menyerang diberi pelajaran agar mereka tidak lagi berpikir untuk mengulangi tindakan militer terhadap Teheran, kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Selasa.

Bacaan Lainnya

“Kami secara tegas tidak mencari gencatan senjata. Kami yakin bahwa agresor harus ‘ditampar’ agar ia belajar dari kesalahannya dan tidak pernah lagi memikirkan agresi terhadap Iran tercinta,” tulis Ghalibaf di X dikutip dari Antara.

Ia menambahkan bahwa Iran berniat untuk memutus siklus “perang-negosiasi-gencatan senjata dan kemudian perang lagi”.

Serang Target

Sementara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran telah berhasil sepenuhnya melancarkan gelombang serangan ke-30 terhadap target AS dan Israel di Timur Tengah dengan menggunakan drone dan rudal hipersonik serta balistik.

“Bersamaan dengan pemilihan Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, gelombang ke-30 Operasi Janji Sejati 4 dilakukan dengan keberhasilan 100 persen,” kata IRGC, seperti dikutip stasiun televisi pemerintah IRIB.

Pernyataan itu menambahkan bahwa serangan menargetkan “pangkalan teroris AS” di kawasan serta wilayah pendudukan utara menggunakan rudal Khorramshahr, Fattah, dan Kheibar, serta drone strategis.

Pada hari yang sama, Pusat Komunikasi Nasional Bahrain mengatakan bahwa fasilitas Bahrain Petroleum Company (Bapco) di desa Maameer terbakar setelah serangan Iran.

Lembaga tersebut menambahkan bahwa serangan itu tidak menyebabkan kerusakan material dan tim pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan api.

Perang meluas

Perang Israel dan Iran yang makin membara kini menjadi perhatian utama komunitas internasional. Banyak pihak khawatir eskalasi tersebut dapat memicu perang yang melibatkan lebih banyak negara di Timur Tengah.

Beberapa negara Barat menyerukan deeskalasi dan meminta kedua pihak menahan diri. Namun situasi di lapangan menunjukkan ketegangan masih sangat tinggi.

Kelompok-kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran di berbagai wilayah Timur Tengah juga berpotensi ikut terseret dalam konflik. Jika perang meluas, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah tetapi juga pada stabilitas global, termasuk perdagangan energi dan keamanan internasional.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel pada awalnya mengklaim bahwa serangan “preemptif” tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang mereka anggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mereka segera menunjukkan secara jelas bahwa ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dibunuh pada hari pertama operasi militer tersebut. Republik Islam Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. (lm)

Jasa Maklon Sabun

Pos terkait