Israel Bantah Serang Fasilitas Pengayaan Uranium Natanz

Jakarta, Pelanginews

Media pemerintah Iran dan Organisasi Energi Atom Iran mengklaim bahwa Amerika Serikat dan Israel menyerang fasilitas pengayaan uranium Natanz di Iran pada hari Sabtu.

Bacaan Lainnya

IDF mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa mereka tidak mengetahui adanya serangan Israel yang menargetkan Natanz.

AEOI, badan pemerintah yang mengelola dan mengawasi instalasi nuklir negara tersebut, mengatakan bahwa tidak ada kebocoran radioaktif yang terdeteksi di area tersebut. Selain itu, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden yang diduga tersebut.

Menurut AEOI, serangan itu menargetkan Kompleks Pengayaan Shahid Ahmadi-Roshan di Natanz .

“Ini adalah tindakan yang melanggar hukum internasional,” klaim organisasi tersebut. “Penilaian teknis menunjukkan bahwa tidak terjadi kebocoran material radioaktif dan tidak ada bahaya bagi penduduk di daerah sekitarnya.”

Kemudian pada hari Sabtu, AEOI menyerukan kepada Badan Energi Atom Internasional dan komunitas internasional untuk mengutuk serangan tersebut.

“Mengapa Badan Energi Atom Internasional dan komunitas internasional tidak mengambil sikap yang jelas, tegas, dan berdasarkan hukum internasional mengenai serangan terhadap fasilitas nuklir damai Iran dan pelanggaran kewajiban serta hukum internasional?” tulis badan tersebut di X.

Sebelumnya, pada hari Jumat, Presiden AS Donald Trump menegaskan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa “kita sudah sangat dekat untuk mencapai tujuan kita” dalam perang dengan Iran. Di antara tujuan yang disebutkan presiden adalah “tidak pernah membiarkan Iran mendekati kemampuan nuklir.”

Serangan sebelumnya terhadap kompleks tersebut dilaporkan terjadi pada tanggal 2 Maret, selama hari-hari pertama operasi melawan Republik Islam, menurut duta besar Iran untuk badan pengawas nuklir PBB.

“Mereka kembali menyerang fasilitas nuklir Iran yang damai dan terlindungi kemarin,” kata Reza Najafi kepada wartawan dalam pertemuan dewan gubernur Badan Energi Atom Internasional yang beranggotakan 35 negara pada saat itu.

Pesawat-pesawat jet Israel terus terbang di atas Iran.

Serangan yang dilaporkan di Ntanza terjadi ketika pesawat Israel beroperasi di wilayah udara Iran.

Dalam gelombang serangan terbarunya terhadap aset-aset Iran di Teheran, militer pada hari Sabtu mengatakan bahwa sebuah pesawat IDF menjadi sasaran rudal permukaan-ke-udara.

“Awak pesawat bertindak sesuai dengan prosedur operasional. Tidak ada kerusakan pada pesawat, dan misi diselesaikan sesuai rencana,” kata IDF (The Jerusalem Post/bs)

Jasa Maklon Sabun

Pos terkait