Kemensos Akan Tindaklanjuti Dugaan Kekerasan Pada Disabilitas Mental

Jakarta, Pelanginews

Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan siap menindaklanjuti laporan dari Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) mengenai dugaan kekerasan yang dialami oleh belasan hingga puluhan ribu penyandang disabilitas mental di panti sosial.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak ingin membiarkan informasi-informasi yang berharga itu lewat begitu saja,” kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul dalam pertemuan dengan Perhimpunan Jiwa Sehat di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat dilansir dari Antara.

Gus Ipul lalu menegaskan bahwa langkah penindaklanjutan itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sebagaimana arahan dari Bapak Presiden, ya intinya kita harus bisa menyisir, harus bisa melihat apa yang disebut dengan the invisible people. Mereka-mereka yang penderitaannya tidak terlihat oleh kita semua,” ujar dia.

Lebih lanjut, Gus Ipul menyampaikan sejumlah langkah tindak lanjut yang akan dilakukan oleh pihaknya ada melakukan verifikasi terhadap panti sosial yang dilaporkan, mengecek akreditasi panti tersebut, memperkuat pengawasan, dan memberikan sanksi apabila terbukti terjadi kekerasan di panti tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat Yeni Rosa Damayanti menyampaikan diduga terdapat belasan hingga puluhan ribu penyandang disabilitas mental yang dikurung di panti-panti sosial.

“Jadi hal yang kami sampaikan kepada Pak Menteri Sosial adalah bahwa pada saat ini ada belasan ribu, perkiraan kami hampir 20 ribu penyandang disabilitas mental yang dikurung di panti-panti sosial,” ujar dia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap puluhan panti sosial, Yeni mengungkapkan Perhimpunan Jiwa Sehat menemukan para penyandang disabilitas mental diperlakukan seperti mereka bukan manusia.

“Sudah sejak lama orang dengan disabilitas mental ini dianggap sebagai bukan manusia,” ujar dia. (lm)

Jasa Maklon Sabun

Pos terkait