Jakarta, Pelanginews
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berencana untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada hari Senin dan membahas tarif baru yang dikenakan pada Israel, krisis nuklir dengan Iran, dan perang di Gaza.
Jika kunjungan itu benar-benar terlaksana, Netanyahu tidak akan kembali ke Israel dari Budapest, tempat ia tinggal sejak Rabu malam. Sebaliknya, ia akan terbang ke Washington pada hari Minggu, demikian dilansir dari The Jerusalem Post.
Netanyahu akan menjadi pemimpin asing pertama yang bertemu dengan Trump sejak presiden AS mengumumkan rencana tarifnya yang mengguncang Amerika dan ekonomi global.
Israel merupakan salah satu dari 60 negara yang dikenakan tarif oleh Trump pada hari Rabu lalu. Israel berupaya mencegah pengenaan tarif dengan mengumumkan pengurangan tarif menjadi nol atas barang impor dari Amerika Serikat.
Terlepas dari itu, Trump mengumumkan tarif 17% terhadap Israel terutama karena defisit perdagangan yang signifikan antara kedua negara, dengan Israel mengekspor jauh lebih banyak ke AS daripada yang diimpornya dari AS.
Kunjungan Netanyahu mulai diatur dalam waktu singkat sebagai hasil dari panggilan telepon yang dilakukan Trump dengannya dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban pada hari Kamis. Netanyahu dan Orban sedang bertemu di Budapest ketika mereka melakukan panggilan telepon dengan Trump.
Selama percakapan, yang difokuskan pada keputusan Hongaria untuk menarik diri dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Netanyahu mengangkat masalah tarif yang diumumkan oleh Trump.
Trump menyarankan agar Netanyahu datang ke Gedung Putih untuk membahas masalah tersebut, tetapi mereka tidak menetapkan tanggal pertemuan. (lm)