Teheran, Pelanginews
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat (20/3) mengatakan bahwa negaranya tidak mencari perang dengan negara-negara Muslim, sebut kantor berita resmi Iran, IRNA.
Dia menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah pesan untuk mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, yang menandai akhir bulan suci Ramadan, dan Nowruz, awal tahun baru Iran yang jatuh pada 21 Maret.
Menyinggung ketegangan baru-baru ini antara Iran dan beberapa negara Arab pascaserangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Pezeshkian mengatakan, “Kami tidak berniat memiliki perbedaan dengan negara-negara Muslim. Kami tidak mencari konflik atau perang dengan negara-negara Islam. Mereka adalah saudara kami.”
Dia menuding AS dan Israel sebagai penyebab ketegangan yang muncul antara Iran dan negara-negara Muslim di Timur Tengah.
Pezeshkian menyampaikan bahwa Iran siap menyelesaikan semua masalah dengan para tetangganya, sembari mengusulkan pembentukan struktur keamanan yang terdiri dari negara-negara Muslim di Timur Tengah untuk memastikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan itu.
“Kami tidak membutuhkan kehadiran asing di kawasan ini. Kami bisa membentuk sebuah majelis Islam di Timur Tengah dengan kerja sama negara-negara Muslim, dan dalam kerangka itu, mengatur hubungan keamanan, ekonomi, budaya, dan politik kami,” ujarnya.
Pezeshkian menekankan bahwa Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir, dan mantan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei telah mengeluarkan fatwa yang melarang senjata atom.
Pezeshkian menambahkan bahwa tidak ada pejabat di Iran yang dapat bergerak menuju pengembangan senjata pemusnah massal.
Namun demikian, dia mengatakan AS berupaya menghasut dunia bahwa Iran sedang bergerak menuju senjata nuklir.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota Iran lainnya, hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, serta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran menanggapi dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di Timur Tengah (ant/bs)







