Jakarta, Pelangibews
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengatakan tekanan militer yang diterapkan Israel terhadap Hamas berhasil.
“Ini berhasil karena beroperasi secara simultan: di satu sisi, ia menghancurkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas, dan di sisi lain, ia menciptakan kondisi untuk pembebasan sandera kami. Itulah yang sedang kami lakukan,” kata Netanyahu, Minggu.
“Kami berkomitmen untuk memulangkan para sandera, dan kami tengah berupaya untuk memulangkan para sandera. Hingga hari ini, kombinasi tekanan militer dan diplomatik adalah satu-satunya hal yang telah menghasilkan pemulangan para sandera,” Netanyahu lebih lanjut mencatat dilansir dari The Jerusalem Post.
Masa Depan Jalur Gaza
Perdana menteri membahas masa depan Jalur Gaza setelah Perang Israel-Hamas. “Hamas akan meletakkan senjatanya, para pemimpinnya akan diizinkan pergi,” kata Netanyahu.
Kami akan memastikan keamanan menyeluruh di Gaza dan memungkinkan penerapan Rencana Trump—emigrasi sukarela. Itulah rencananya. Kami tidak menyembunyikannya dan siap untuk membahasnya kapan saja,” tambahnya.
Ibu dari sandera Gaza Matan Zangauker, Einav, mengomentari pernyataan Netanyahu. “Seorang perdana menteri yang benar-benar peduli dengan para sandera pasti sudah memastikan mereka semua sudah pulang sejak lama,” katanya.
“Pihak yang bertanggung jawab atas penerapan tekanan militer yang menyebabkan tewasnya 41 sandera terus berusaha menjual gagasan kepada masyarakat bahwa ‘tekanan militer’ akan membawa mereka kembali,” tambahnya (lm)