Rusia Pasok Informasi Intelijen Pangkalan Militer AS Kepada Iran

Asap mengepul setelah dilaporkan terjadi serangan rudal Iran, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, seperti yang terlihat dari Doha, Qatar, 1 Maret 2026. Foto : Reuters

Jakarta, Pelanginews

Rusia memberikan informasi kepada Iran untuk menargetkan pasukan AS di Timur Tengah , demikian laporan The Washington Post pada hari Jumat, mengutip tiga pejabat yang mengetahui masalah tersebut dilansir The Jerusalem Post.

Bacaan Lainnya

Menurut laporan tersebut, Rusia telah memberikan informasi lokasi aset militer AS kepada Iran sejak pecahnya perang, termasuk kapal perang dan pesawat terbang.

Hal ini menandakan bahwa konflik yang meluas kini mencakup salah satu pesaing nuklir terbesar AS dengan “kemampuan intelijen yang luar biasa,” demikian catatan The Post , menambahkan bahwa hal ini juga menandai pergeseran dari apa yang sebelumnya dipikirkan para ahli, yaitu bahwa Rusia akan menjauh dari konflik dan membatasi tanggapannya pada kecaman diplomatik.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov awal pekan ini mendesak agar permusuhan dihentikan dan upaya politik serta diplomatik kembali dilanjutkan, dengan menyatakan bahwa ia siap mendukung solusi damai dan kompromi berdasarkan hukum internasional.

Putin memiliki prioritas lain’

Pada hari Kamis, Anna Borshchevskaya, seorang pakar Rusia di Washington Institute, mengatakan bahwa, selain Iran, “Putin memiliki prioritas lain, dan yang utama di antaranya adalah Ukraina ,” demikian dilaporkan Reuters  . 

Akan menjadi tindakan bodoh bagi Rusia untuk terlibat konfrontasi militer langsung dengan Amerika Serikat,” tambahnya.

Laporan itu juga mengutip seorang sumber senior Rusia yang mengatakan bahwa “eskalasi di dalam dan sekitar Iran dan Teluk sudah mengalihkan perhatian dari perang di Ukraina. Itu adalah fakta. Segala hal lainnya hanyalah emosi tentang ‘sekutu yang jatuh’.”

Bantuan militer dan nuklir

Reuters menambahkan bahwa Moskow telah membantu Iran membangun kapasitas militer dengan memasok rudal, sistem pertahanan udara, dan teknologi, dalam upaya yang dimaksudkan untuk memperkuat daya pencegahan dan mempersulit operasi AS di kawasan tersebut. 

Pada bulan April tahun lalu, Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengumumkan bahwa Rusia akan mendanai pembangkit listrik tenaga nuklir baru di Iran .

Kedua negara akan bersama-sama melaksanakan “pembangunan fasilitas energi nuklir baru dan penyelesaian fase dua dan tiga dari pembangkit listrik Bushehr,” katanya.

Kemudian, pada bulan September, Rusia memberikan serangkaian peningkatan militer kepada Teheran, termasuk jet tempur MiG-29 buatan Rusia dan sistem pertahanan udara S-400. 

Namun, sejauh mana masukan intelijen Rusia baru-baru ini tidak sepenuhnya jelas, menurut laporan The Post . Kemampuan militer Iran sendiri untuk melacak pasukan AS telah menurun kurang dari seminggu setelah pertempuran dimulai, kata para pejabat.

“Sepertinya ini memang upaya yang cukup komprehensif,” kata salah satu dari mereka. (lm)

Jasa Maklon Sabun

Pos terkait