TNI Tetap Jalankan Misi Perdamaian di Lebanon

Jakarta, Pelanginewes

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah memastikan pihaknya akan terus menjalankan misi perdamaian di Lebanon walaupun prajuritnya terkena serangan artileri.

Bacaan Lainnya

“TNI menegaskan komitmennya untuk melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit,” kata Aulia dikutip dari Antara.

Dia mengatakan penugasan misi perdamaian merupakan bagian dari tugas TNI dalam menjalankan amanat negara menciptakan perdamaian dunia, sesuai dengan pembukaan UUD 1945.

Kendati demikian, Aulia memastikan TNI tidak akan lepas tangan terhadap keselamatan prajuritnya di Lebanon.

Dia meminta prajurit untuk meningkatkan kewaspadaan operasi dalam bertugas, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan PBB.

Sambil menjalankan tugas, TNI juga akan terus memantau situasi di Lebanon untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

“TNI juga terus memonitor perkembangan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah kontingensi sesuai dinamika di daerah penugasan Lebanon,” ucap dia.

Menirutna saat ini proses investigasi dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) soal serangan artileri yang menggugurkan satu prajurit TNI sedang berlangsung.

“Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” kata Aulia.

Investigasi itu dilakukan untuk mendapatkan informasi lengkap tentang siapa aktor penyerangan dan motif dibalik serangan tersebut.

Aulia menjelaskan, serangan ini bermula dari meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Lebanon, terutama Lebanon Selatan.

Peningkatan eskalasi konflik tersebut memicu terjadinya beberapa serangan, salah satunya mengarah ke wilayah tempat kontingen prajurit Indonesia yakni di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon, Minggu (29/3).

Akibatnya, satu prajurit dinyatakan gugur dan tiga prajurit lain mengalami luka ringan hingga berat.

“Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” jelas Aulia.

Hingga saat ini, proses pemulangan jenazah Praka Farizal ke tanah air dari Lebanon sedang berlangsung. Sedangkan untuk tiga prajurit lainya telah mendapatkan penanganan medis secara intensif. (ded)

Jasa Maklon Sabun

Pos terkait