Trump Tunda Serangan ke Pembangkit Listrik Iran

Jakarta, Pelanginews

Presiden Anerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menunda serangan militer yang direncanakan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran.

Bacaan Lainnya

Dalam unggahannya di media sosial Trump mengatakan bahwa AS dan Iran telah mengadakan diskusi yang “sangat baik dan produktif” selama dua hari terakhir mengenai pengakhiran permanen perang tersebut.

“Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran, telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah,” tulis Trump di Truth Social, Senin (23/3/2026).

Trump menambahkan bahwa, berdasarkan “nada dan corak” diskusi tersebut, yang ia gambarkan sebagai “mendalam, terperinci, dan konstruktif,” ia telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menunda serangan militer yang direncanakan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran .

Unggahan Trump tersebut bertentangan dengan pernyataan yang ia publikasikan di platform media sosial sehari sebelumnya, ketika presiden bersumpah bahwa AS akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak sepenuhnya dibuka dalam waktu 48 jam.

Iran Membantah

Sementara Iran dilaporkan membantah adanya pembicaraan untuk mengakhiri perang.

Sebuah sumber Iran kemudian membantah bahwa AS dan Iran sedang mengadakan pembicaraan tentang mengakhiri perang.

Tidak ada kontak langsung dengan Trump, bahkan melalui perantara pun tidak. Trump mundur setelah mendengar bahwa target kami adalah semua pembangkit listrik di Asia Barat,” kata sumber anonim tersebut kepada kantor berita Fars yang berafiliasi dengan pemerintah Iran dilansir dari The Jerusalem Post

Harga minyak turun 13%

Sementara harga minyak turun tak lama setelah pengumuman Trump, mencerminkan ekspektasi pasar akan potensi penurunan ketegangan di kawasan tersebut.

Harga minyak turun lebih dari 13%. Kontrak berjangka minyak mentah Brent LCOc1 turun sekitar $17, atau 15%, ke level terendah sesi $96 per barel pada pukul 1108 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS CLc1 turun $13, atau sekitar 13,5%, ke level terendah sesi $85,28. (lm)

Jasa Maklon Sabun

Pos terkait