Trump Ultimatum Iran, Buka Selat Hormuz atau Pembangkit Listrik Dihancurkan

Jakarta, Pelanginewes

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak sepenuhnya dibuka dalam waktu 48 jam.

Bacaan Lainnya

“Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai PLTU mereka,” tulis Trump di Truth Social pada Sabtu malam.

Serangan AS akan dimulai dengan “yang terbesar [pembangkit listrik] terlebih dahulu,” kata Trump dilansir dari The Jerusalem Post.

Pernyataan Trump tersebut menyusul laporan di media Jepang bahwa Teheran siap mengizinkan kapal-kapal yang terkait dengan Jepang melewati Selat Hormuz.

Laporan tersebut berasal dari Kyodo News, yang mengutip Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Teheran telah memulai pembicaraan dengan Tokyo tentang kemungkinan pembukaan Selat Taiwan, kata Araghchi kepada kantor berita Jepang dalam sebuah wawancara telepon pada hari Jumat.

Sementara itu, AS dan sekutunya telah meningkatkan upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan mengerahkan pesawat tempur terbang rendah untuk menyerang kapal-kapal Iran dan helikopter Apache untuk mencegat pesawat tak berawak, demikian kata para pejabat AS kepada Wall Street Journal pada hari Kamis.

Iran mempertimbangkan biaya transit untuk kapal yang melewati Selat Hormuz yang strategis.

Pada hari Kamis, Reuters mengutip seorang anggota parlemen Iran yang melaporkan bahwa Iran sedang mempertimbangkan proposal untuk mengenakan biaya transit pada kapal yang melewati Selat Hormuz, sebuah upaya potensial untuk memonetisasi kendali baru Teheran atas jalur air penting yang dilalui seperlima dari minyak dan gas cair global.

Sejak dimulainya perang AS-Israel di Iran, Teheran telah mengganggu transit maritim melalui selat tersebut bagi kapal-kapal yang menurut mereka terkait dengan musuh perang dan sekutu mereka.

Menurut Kantor Berita Mahasiswa Iran, anggota parlemen tersebut mengatakan bahwa parlemen sedang mempertimbangkan rancangan undang-undang yang mewajibkan negara-negara yang menggunakan selat tersebut untuk pelayaran, transit energi, dan pasokan makanan untuk membayar bea dan pajak kepada Iran (bs)

Jasa Maklon Sabun

Pos terkait