Jakarta, Pelanginews
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, melalui unggahan di platform Truth Social, Minggu (1/3) pagi waktu setempat.
“Ali Khamenei sudah tewas. Ini adalah peluang tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka.” tulis Trump dalam unggahannya di media sosial Truth Social, seperti dilansir Reuters.
Pernyataan ini muncul menyusul klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengenai serangan gabungan yang menargetkan kediaman Khamenei di Teheran.
Selain mengonfirmasi kematian Khamenei, Trump juga mengeklaim adanya perpecahan di dalam tubuh militer dan aparat keamanan Iran. Ia menyebut banyak personel keamanan Iran yang kini enggan untuk terus bertempur dan mulai mencari perlindungan.
“Kami mendengar bahwa banyak dari IRGC (Garda Revolusi), Militer, serta pasukan Keamanan dan Kepolisian lainnya, tidak lagi ingin bertempur, dan mereka mencari imunitas dari kami,” tegas Trump.
Sementara Iran membantah keras klaim Donald Trump yang menyebut Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara pada Sabtu (28/2/2026) menyatakan bahwa sejauh pengetahuannya, Pemimpin Tertinggi, Presiden Iran, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, serta Ketua Parlemen masih hidup.
Ia menyebut laporan mengenai kematian Khamenei bagian dari “perang psikologis” yang dilakukan oleh musuh-musuh Iran (lm)







