Inggris vs Argentina: Duel Paling Ditunggu

Jakarta, Pelanginews

Laga Inggris melawan Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, pada Kamis dini hari (16/7) bakal berlangsung sengit.

Bacaan Lainnya

Duel ini menjadi salah satu laga paling dinanti karena mempertemukan dua negara dengan sejarah panjang dan rivalitas besar di sepak bola internasional.

Ini merupakan pertemuan pertama kedua tim sejak laga persahabatan pada 2005.

Inggris datang dengan performa yang relatif lebih konsisten sepanjang turnamen, sementara Argentina berstatus sebagai juara bertahan yang bertekad mempertahankan peluang tampil di final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.

Meski berhasil melangkah ke empat besar, perjalanan Argentina tidak sepenuhnya mulus.

Tim asuhan Lionel Scaloni beberapa kali dipaksa bekerja keras untuk lolos, termasuk menjalani babak tambahan saat menghadapi Cabo Verde dan Swiss, serta bangkit dari ketertinggalan dua gol ketika menyingkirkan Mesir di babak 16 besar.

Di sisi lain, Inggris asuhan Thomas Tuchel menunjukkan permainan yang lebih terorganisasi, meski dinilai masih belum mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Dengan kualitas skuad yang dimiliki kedua tim, duel semifinal ini diprediksi berlangsung ketat dan menjadi penentu siapa yang akan menghadapi Spanyol di partai final Piala Dunia 2026.

Sejauh ini, duel Inggris vs Argentina adalah duel yang paling sengit di antara laga-laga klasik Piala Dunia lain, termasuk duel klasik Belanda versus Jerman.

Inggris dan Argentina sudah 15 kali saling berhadapan sejak laga persahabatan 1951 di London. Hasilnya, Inggris menang enam kali, sedangkan Argentina menang dua kali.

Mereka juga sudah sering berhadapan dalam Piala Dunia, sudah lima kali. Tiga di antaranya dimenangkan oleh Inggris, sedangkan dua lainnya dimenangkan Argentina.

Kemenangan pertama Inggris atas Argentina dalam Piala Dunia terjadi pada perempatfinal Piala Dunia 1962 ketika Three Lions menang 3-1. Tapi belum ada peristiwa apa-apa dari laga ini.

Pada perempatfinal dalam perjalanan menjuarai Piala Dunia 1966, Inggris menang lagi 1-0 berkat gol Geoff Hurst. Argentina menuding gol itu offside, sehingga mereka merasa dirampok.

Duapuluh tahun kemudian, kedua tim bertemu lagi dalam perempatfinal Piala Dunia 1986, dua tahun setelah Perang Malvinas, perang antara Argentina dan Inggris yang memperebutkan sebuah pulau .

Pada laga itu, Inggris tersingkir gara-gara gol “tangan tuhan” dan “gol terbaik abad ini”, yang keduanya diciptakan oleh Diego Maradona. Inggris merasa dicurangi, dan kiper Peter Shilton menolak permohonan maaf Maradona.

Kedua tim bertemu lagi pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 ketika Inggris kalah adu penalti setelah seri 2-2 selama 120 menit. Inggris merasa diakali oleh Diego Simoene, yang dianggap bersandiwara sehingga David Beckham diganjar kartu merah.

Empat tahun setelah itu, Beckham membalas kekalahan itu dalam laga tak kalah sengit. Dia menyarangkan gol penalti yang memenangkan Inggris 1-0 dalam fase grup Piala Dunia 2002.

Itulah terakhir kali kedua tim bertemu dalam Piala Dunia. Tapi pertemuan terakhir di antara mereka terjadi pada 12 November 2005 dalam laga persahabatan di Swiss yang dimenangkan Inggris 3-2.

Adu strategi

Duel Inggris lawan Argentina diperkirakan berlangsung terbuka karena kedua tim sama-sama memiliki lini serang yang tajam, tetapi belum tampil solid dalam bertahan sepanjang turnamen.

Inggris dinilai memiliki organisasi permainan yang lebih rapi serta pendekatan yang lebih tenang di bawah Thomas Tuchel.

Sebaliknya, Argentina mengandalkan pengalaman para pemain senior dan momen-momen magis Lionel Messi untuk membedakan pertandingan.

Bermain di Mercedes-Benz Stadium yang tertutup dan berpendingin udara diperkirakan akan membantu kedua tim tampil lebih maksimal.

Pertarungan para bintang diprediksi menjadi penentu hasil akhir.

Harry Kane telah mencetak enam gol di turnamen ini, Lionel Messi mengoleksi delapan gol, sementara Jude Bellingham sedang berada dalam performa terbaik setelah kembali menjadi pembeda di babak perempat final.

Melihat keseimbangan kualitas kedua tim, pertandingan diprediksi berlangsung sengit hingga menit-menit akhir.

Perkiraan Susunan Pemain.

Inggris; Pickford (GK); Konsa, Stones, Guéhi, O’Reilly; Anderson, Rice; Saka, Bellingham, Gordon; Kane.

Pelatih: Thomas Tuchel

Argentina: E. Martínez (GK); Molina, Romero, L. Martínez, Tagliafico; Simeone, Mac Allister, Paredes, Fernández; Messi, Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni (bs)

 

Jasa Maklon Sabun

Pos terkait