Jakarta, Pelanginews
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan pengoperasian water mist generator perlu dilakukan secara konsisten agar Musim kemarau 2026 dampaknya terhadap kualitas udara lebih optimal di sejumlah gedung bertingkat.
Berdasarkan evaluasi, penggunaan water mist dalam durasi singkat belum memberikan hasil maksimal. Karena itu, pengoperasiannya idealnya berlangsung hingga delapan jam sehari, yang dapat dibagi menjadi empat jam pada pagi dan empat jam pada sore hari.
“Kalau dilakukan secara konsisten, idealnya sampai sekitar delapan jam sehari. Itu bisa dibagi empat jam pagi dan empat jam sore,” ujar Dudi, dalam keterangannya.
Penggunaan water mist menjadi salah satu intervensi langsung Pemprov DKI untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara, terutama ketika konsentrasi PM2,5 meningkat.
Dudi menyebut penyiraman dan water mist dapat membantu menurunkan konsentrasi PM2,5 dan memperbaiki kategori kualitas udara. Dalam kondisi tertentu, intervensi tersebut bahkan dapat membantu mengubah kategori kualitas udara dari “Tidak Sehat” menjadi “Sedang”.
Selain mengoperasikan water mist generator, Pemprov DKI melakukan penyiraman di sejumlah lokasi dengan aktivitas tinggi yang berpotensi mengalami peningkatan pencemaran udara.
Dudi mengatakan penentuan lokasi intervensi mengacu pada hasil pemantauan kualitas udara. Titik yang menunjukkan peningkatan konsentrasi PM2,5 dan parameter pencemar lainnya menjadi prioritas.
Intervensi dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, serta perangkat daerah terkait. Penyiraman menggunakan kendaraan penyiram dan mobil water mist.
“Saat ini mobil water mist milik DLH kami siagakan di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan,” kata Dudi.
Pemprov DKI juga mendorong pelaku konstruksi melakukan penyiraman secara rutin pada proyek pembangunan gedung maupun pekerjaan jalan. Langkah itu ditujukan untuk mengendalikan debu dan partikulat yang dihasilkan selama proses pembangunan.
“Untuk kegiatan konstruksi, kami juga akan mendorong agar penyiraman dilakukan secara rutin, sehingga debu dan partikulat dari kegiatan pembangunan bisa dikendalikan,” ungkap Dudi.
Menurut dia, sumber partikulat di Jakarta tidak hanya berasal dari emisi kendaraan bermotor. Aktivitas konstruksi, debu jalan, pembakaran terbuka, dan berbagai aktivitas masyarakat turut menyumbang pencemaran udara.
Karena itu, pengendalian kualitas udara Jakarta membutuhkan intervensi terhadap berbagai sumber pencemar secara bersamaan.
Dudi menjelaskan pengoperasian water mist dan penyiraman menjadi bagian dari skema Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini kualitas udara Jakarta yang masih terus dikembangkan.
Sistem itu dirancang untuk mendeteksi lebih cepat kenaikan parameter pencemaran udara sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran.
EWS dinilai penting untuk memperkuat respons Pemprov DKI Jakarta terhadap perubahan kualitas udara, terutama saat cuaca dan musim kemarau berpotensi meningkatkan konsentrasi partikulat.
Dengan sistem peringatan dini, pengendalian polusi tidak hanya dilakukan setelah kualitas udara memburuk. Intervensi bisa dilakukan lebih cepat berdasarkan hasil pemantauan dan perubahan parameter kualitas udara.
Sejumlah stasiun lain sempat mencatat kualitas udara dalam kategori Tidak Sehat. Perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan berdasarkan lokasi dan waktu. Kondisi udara Jakarta tidak cukup digambarkan hanya dengan satu angka.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, meminta Pemprov DKI Jakarta agar mendorong evaluasi terhadap regulasi pengendalian pencemaran udara dan pengelolaan sampah.
Ia menyoroti praktik pembakaran sampah secara terbuka yang masih berulang di tengah masyarakat yang berhubungan dengan pencemaran udara yang perlu untuk direvisi dan mana yang tidak perlu.
“Pokoknya segala bentuk yang berhubungan dengan pencemaran udara akan kita lihat mana yang perlu direvisi, mana yang tidak. Kita cari formula yang tepat. Sehingga regulasi memberi manfaat nyata untuk masyarakat Jakarta,” kata Wibi. Rabu(2/9/2026). (dm)







