Ketua Umum Aspanji Ir. Effendi Sianipar: Pengusaha Butuh Stabilitas dan Transparansi

Jakarta, Pelanginews

Ketua Umum Asosiasi Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia (Aspanji) Ir. Effenfi Sianipar mengatakan para pengusaha membutuhkan suasana yang kondusif untuk membangun dan menjalankan bisnis yang berkelanjutan. Para pengusaha diharapkan tidak melibatkan diri dalam gonjang ganjing dan berbagai isu yang membuat masyarakat resah.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Effendi Sianipar usai bertemu pengurus Kadin di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, (17/9/2026).Kadin menyambut baik program Aspanji yang melakukan pendampingan hukum dan pelatihan bagi anggotanya.

Dia mengatakan, untuk menjaga kepercayaan publik, pemerintah harus transparan dalam setiap kebijakan, perlu keterbukaan informasi mengenai pelaksanaan dan evaluasi agar anggaran dapat diakses oleh masyarakat.

“Transparansi membangun kepercayaan publik dan efisiensi pasar, kepastian hukum dan sistem pengurusan perizinan yang jelas akan menutup celah pungutan liar dan korupsi” imbuhnya.

Selain transparansi, pengusaha yang pernah duduk di DPR RI dua periode itu juga menyoroti stabilitas regulasi, memastikan aturan main tidak berubah-ubah secara mendadak, sehingga pengusaha tidak ragu-ragu untuk berinvestasi jangka panjang.

“Menjaga daya beli masyarakat melalui inflasi yang terkendali dan nilai tukar mata uang yang stabil akan membuat pengusaha lebih mudah melakukan perencanaan biaya produksi dan penetapan harga jual” tambahnya.

Dalam pengelolaan anggaran negara di Kementrian/Lembaga Pemerintah dan BUMN Effendi mengatakan perlu melakukan pengkajian berbagai aturan, khususnya yang terkait dengan pengusaha Usaha Kecil dan Menengah.

“Aspanji secara resmi telah mengusulkan perubahan Peraturan Presiden (Perpres) No 46 tahun 2025 tentang uang muka proyek, yang tidak bersifat mandatory, tergantung pemberi pekerjaan menjadi multi tafsir, sehingga memberi peluang persekongkolan” tambahnya.

Ia mengatakan pemberian uang muka bersifat mandatory diharapkan dapat menyelamatkan para pengusaha golongan kecil/menengah yang saat ini kondisi terpuruk akibat berbagai regulasi yang lebih berpihak kepada pengusaha besar.

“Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, khususnya dalam tender pengadaan barang dan jasa pemerintah Aspanji melakukan berbagai terobosan membantu anggotanya diantaranya membentuk Kantor Bantuan Hukum dan Pelatihan anggota perusahaan” tambahnya.

Dia menambahkan, Kantor Bantuan Hukum Aspanji yang ditangani para ahli hukum dan pengadaan barang dan jasa akan melakukan pendampingan hukum kepada anggota Aspanji yang jumlahnya mencapai 30 ribu perusahaan dan tersebar di seluruh Indonesia.

“Sistem pelelangan yang terus berubah, membuat para pengusaha yang bergerak di sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah sering menghadapi kendala yang akhirnya kalah bersaing dan tersisih dari persaingan dari tender-tender proyek pemerintah” tambahnya.

Dia melanjutkan, sistem pelelangan saat ini dengan e-purchasing dan mini kompetisi masih sulit dipahami para pengusaha UKM, kecuali para pengusaha yang punya jaringan dengan kekuasaan. Dalam kondisi seperti ini Kantor Bantuan Hukum Aspanji melakukan pendampingan bagi anggotanya.

“Sistem pelelangan yang berlaku saat ini sulit untuk diakses publik dan rawan persekongkolan, penentuan pemenang tender sepenuhnya ditentukan pengguna anggaran, bagi perusahaan yang dirugikan dan merasa dizolimi, Kantor Bantuan Hukum Aspanji siap
mendampingi konsultasi hukum ataupun melakukan gugatan perdata dan pidana” imbuhnya.

Selain melakukan pendampingan hukum, Aspanji juga melakukan kegiatan pelatihan bagi perusahaan anggotanya. Pelatihan ini untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi terbaru sehingga bisa bersaing dengan perusahaan besar dan perusahaan asing

“Tanpa sumber daya manusia yang handal dan daya saing yang tinggi, sulit bagi perusahaan untuk bisa bertahan. Aspanji akan melakukan berbagai pelatihan bagi anggotanya sehingga punya daya saing tinggi” pungkasnya (lm)

Jasa Maklon Sabun

Pos terkait